Selasa, 03 Januari 2012

IS&T Disaster Recovery Exercise BASIS, ROAM and NETWORK

Untuk menambah wawasan dang pengetahuan, bagi teman-teman yang masih baru mengenal apa itu DRC dalam bidang NETWORKING dan bagaimana Steb By Step DRC di jalankan, saya akan mengulas dalam penulisan saya ini selama saya bekerja memengang Jaringan dalam suatu perusahaan..

  • DEFINISI DRC

Setiap perusahaan memiliki sejumlah rangkaian proses utama (core processes) yang biasanya ditunjang oleh beragam teknologi informasi (TI) dan komunikasi agar tercipta suatu mekanisme kerja yang efektif, efisien, dan terkendali dengan baik. Core processes merupakan suatu proses penting yang harus selalu dijaga kinerjanya. Hal ini dilakukan dengan melindungi core process dari sumber-sumber yang berasal dari bencana alam, virus, terorisme, malicious acts dari dalam maupun luar serta unpredictable source lainnya. Salah satu upaya untuk mengantisipasi bila hal-hal tersebut terjadi adalah dengan membangun sebuah Disaster Recovery Center.
Disaster Recovery Center merupakan suatu fasilitas dalam perusahaan yang berfungsi untuk mengambil alih fungsi suatu unit ketika terjadi gangguan serius yang menimpa satu atau beberapa unit kerja penting di perusahaan, seperti pusat penyimpanan dan pengolahan data dan informasi. Contohnya adalah ketika terjadi malapetaka yang menimpa sejumlah perusahaan besar dunia yang bermarkas di World Trade Center tetap dapat beroperasi (segera pulih kegiatan operasionalnya dalam waktu cepat), karena mereka telah mempersiapkan sejumlah DRC untuk mengantisipasi bencana yang tidak dikehendaki tersebut.
Secara umum DRC berfungsi :

  • Meminimalisasi kerugian finansial dan nonfinansial dalam meghadapi kekacauan bisnis atau bencana alam meliputi:
  1. Fisik: komputer, real money
  2. Informasi berupa data penting perusahaan
  3. Kepercayaan dan nama baik 
  4. Manusia
  • Meningkatkan rasa aman di antara personel, supplier, investor, dan pelanggan
         Membangun sebuah DRC yang baik, bukanlah suatu hal yang mudah, bahkan beberapa praktisi      mengategorikannya sebagai sebuah aktivitas kompleks, karena di dalamnya terdapat beragam aspek dan komponen yang membutuhkan perhatian khusus dan serius. Oleh karena itu, yang perlu dipelajari dan dipahami sungguh-sungguh oleh mereka yang ingin merencanakan dan mengembangkan DRC adalah metodologi pembangunannya. Metodologi yang baik akan menekankan pada aspek-aspek sebagai berikut:
  • Memberikan gambaran yang jelas kepada manajemen mengenai besarnya usaha yang harus dilakukan dalam merencanakan, mengembangkan, dan memelihara sebuah DRC.
  • Menggalang komitmen penuh dari seluruh manajemen dan karyawan di berbagai lapisan organisasi untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan pengembangan DRC.
  •  Mendefinisikan kebutuhan recovery dipandang dari berbagai perspektif bisnis
  • Memperlihatkan dampak kerugian yang akan diderita perusahaan jika DRC tidak segera dibangun.
  •  Memfokuskan diri pada pencegahan terjadinya gangguan dan mencoba untuk meminimalisasikan dampak negatif yang terjadi, walaupun tetap dipersiapkan berbagai usaha reaktif (recovery) seandainya gangguan tersebut benar-benar terjadi.
  • Memudahkan proses pemilihan anggota tim yang bertangung jawab di dalam proses pengembangan DRC.
  • Menghasilkan sebuah perencanaan recovery yang mudah dipahami, mudah diterapkan, dan mudah dipelihara.
  • Mendefinisikan secara jelas bagaimana keberadaan DRC tersebut terintegrasi secara baik dengan sejumlah entiti bisnis lain yang dalam keadaan normal tetap berjalan.
Adapun metodologi perencanaan dan pengembangan DRC yang baik paling tidak harus memperhatikan 8 (delapan) tahapan utama, yaitu:
1. Pre-Planning Activities (Project Initiation), merupakan tahap persiapan untuk menjamin bahwa seluruh pimpinan dan jajaran manajemen perusahaan paham betul mengenai karakteristik dan perlunya DRC dibangun.
2. Vulnerability Assessment and General Definition of Requirements, merupakan kajian terhadap potensi gangguan yang dapat terjadi karena kerapuhan sistem dan usaha untuk mendefinisikan kebutuhan akan DRC yang dimaksud.
3. Business Impact Assessment, merupakan analisa terhadap dampak bisnis yang akan terjadi seandainya gangguan tersebut terjadi pada kenyataannya.
4. Detailed Definition of Requirements, merupakan proses mendefinisikan kebutuhan secara lebih rinci setelah proses kajian terhadap dampak bisnis selesai dilakukan, sehingga perusahaan dapat memfokuskan diri secara tepat (karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki).
5. Plan and Center Development, merupakan tahapan membangun perencanaan dan DRC yang dimaksud sesuai dengan spesifikasi kebutuhan yang telah didefinisikan sebelumnya.
6. Testing and Exercising Program, merupakan rangkaian usaha uji coba atau latihan kinerja DRC dengan cara mensimulasikan terjadinya gangguan yang dimaksud.
7. Execution, merupakan suatu rangkaian proses dimana DRC beroperasi sejalan dengan aktivitas bisnis sehari-hari perusahaan dalam keadaan normal.
8. Maintenance and Evaluation, merupakan usaha untuk memelihara dan mengevaluasi kinerja DRC dari waktu ke waktu agar selalu berada dalam kondisi yang prima dan siap pakai.
Membangun DRC yang baik tentu saja memerlukan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, tidak setiap perusahaan perlu dan sanggup membangun atau menyediakan DRC. Perusahaan yang biasanya memutuskan untuk membangun DRC adalah mereka yang memiliki karakteristik usaha sebagai berikut:
  • Resiko terjadinya gangguan cukup tinggi karena nature dari proses atau teknologi yang dipakai di dalam menunjang core processes yang ada, misalnya dalam mengimplementasikan internet banking, remote trading, e-auction, dan lain sebagainya.
  • Resiko gangguan yang terjadi berpotensi mengganggu sejumlah besar (mayoritas) proses atau aktivitas yang sangat kritikal bagi kelangsungan hidup perusahaan, misalnya terkait dengan automated teller machine, corporate electronic payment system, automatic procurement system, dan lain sebagainya.
  • Resiko gangguan melekat pada sejumlah proses bernilai tinggi (value-added processes), yaitu serangkaian aktivitas dimana terkait langsung dengan mekanisme penciptaan produk atau jasa, bersifat mutlak dilakukan oleh perusahaan agar tidak kehilangan sumber pendapatan.
Infrastruktur disaster recovery mencakup fasilitas data center, wide area network (WAN) atau telekomunikasi, local area network (LAN), hardware, dan aplikasi. Dari tiap bagian ini kita harus menentukan strategi disaster recovery yang paling tepat agar dapat memberikan solusi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Aspek lain yang perlu diperhatikan bahwa sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam penyediaan layanan di mana mereka harus memberikan layanan (yang kadang-kadang berlebihan). Misalnya mereka siap bekerja jam 12 malam atau di luar jam kerja. Artinya dibutuhkan adanya �help desk� 24 jam/hari. Hal tersebut dapat menjadi kendala yang perlu dipertimbangkan.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun dan negosiasi kontrak DRC:
  1.  DRC harus berada di daerah aman tapi dalam jarak yang terjangkau dari lokasi yang akan dilayaninya. 
  2. Perjanjian kontrak harus mengidentifikasikan sumber-sumber secara spesifik dan pelayanan yang akan disediakan. 
  3. Perjanjian kontrak sebaiknya berisi batasan jumlah maksimum pelanggan lain yang berlokasi sama dengan wilayah layanan perusahaan perusahaan bersagkutan. 
  4. Perjanjian kontrak harus menspesifikasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menanggapi laporan dari client.
Dalam membangun DRC dibutuhkan perencanaan yang matang agar prosesnya berjalan secara efektif dan efisien. Perencanaan tersebut disebut Disaster Recovery Planning(DRP). DRP merupakan pedoman yang disepakati bersama antara pimpinan dan jajaran manajemen dalam melakukan tindakan sebelum, selama, dan setelah bencana terjadi. Isinya mencakup kebijakan-kebijakan mulai dari konsep perencanaan sampai eksekusi secara konkrit, misalnya:
1. Obtain Top Management Commitment
Top management harus mendukung dan terlibat dalam pengembangan DRP. Manajemen hendaknya bertanggung jawab mengkoordinasi DRP dan memastikan efektivitasnya dalam perusahaan.
2. Establish a Planning Committee
Anggota Planning Committee meliputi wakil-wakil dari seluruh bagian perusahaan. Komite ini harus menjelaskan rumusan dan batasan masalah dari perencanaan.
3. Perform a Risk Assesment
Planning Committee mempersiapkan analisa terhadap kemungkinan bencana yang terjadi dan dampaknya terhadap perusahaan.
4. Establish Priorities of Processing and Operations
Penyusunan prioritas proses dan operasi mana yang harus benar-benar tetap berjalan saat bencana terjadi dan mana yang bisa ditangguhkan.
5. Determine Recovery Strategies
Menentukan strategi recovery yang disusun dengan mempertimbangkan seluruh aspek orginisasi seperti fasilitas, hardware, software, komunikasi, data files, customers services, end users systems dan lain-lain. 
6. Perform Data Collection
Menentukan material, data dan dokumentasi yang perlu dikumpulkan seperti backup position listing, communications inventory, equipmnet inventory, main computer hardware inventory, dan lain-lain.
7. Organize and Document a Written Plan
Mendokumentasikan rencana yang disusun dalam bentuk tulisan.
8. Develop Testing Criteria and Procedures
Rencana yang telah disusun dites dan dievaluasi untuk memastikan bahwa rencana tersebut sudah dapat diimplementasikan dengan baik.
9. Approve the Plan
Setelah DRP ditest dan didokumentasikan, DRP tersebut harus disetujui oleh top management untuk kemudian dipakai sebagai DRP yang sah bagi perusahaan tersebut.
Dalam menyusun DRP diperlukan metode yang spesifik untuk mengorganisasi dan menuliskannya. DRP yang benar-benar terstruktur akan berpengaruh langsung terhadap kemampuan recovery suatu organisasi. Isi dari rencana yang disusun harus sistematis dan mudah dimengerti. Pengorbanan usaha dan waktu yang sungguh-sungguh diperlukan dalam menyusun rencana. Rencana yang ditulis dengan baik memudahkan dalam membaca dan memahami prosedur sehingga kemungkinan berhasil lebih besar saat digunakan.


  • Berikut Step by Step Proses DRC

Objective & Scope
 
Objective :
•Provide regular DR exercise to forming the habit of DR procedure
•Review and Evaluate DR Procedure to measure RTO that committed to business.
•Record all issue where parameter don’t work as expected
Scope :
•this time may involve operation support team and performed under “disaster” condition mode.
•This test will focus on BASIS & ROAM data validity, replication by MIMIX
•Network infrastructure provided by PT.TELKOM only.


What we have established
  • Recovery Time Objective (RTO)    :   3 Hours
  • Recovery Point Objective (RPO)    : 15 Minutes

  • Frequency : Every Six Months

  • DR Test Plan in 2009 :  2nd week Mar 2009
                                               2nd week Sep 2009
  • Last DR Test :  21 May 2009

  • Last Testing Scenario :  Full Scale Test (Network recovery time, Application recovery time, document procedure)




Last Testing Result

  • Recovery Time Objective (RTO)        :   118 mins (1 hour & 58 minutes)
  •     Network Connection                          >> 63 min
  •     Server system (BASIS & ROAM)    >>48 min

  • Recovery Point Objective (RPO)        : -

Summary Issue :


  • Standar Format Penulisan
Standardidasi format dibutuhkan terutama jika prosedur DRP ditulis oleh beberapa orang. Dua format dasar yang digunakan untuk menulis rencana yaitu informasi background dan informasi instruksional.
Informasi background meliputi:
  1. Tujuan prosedur 
  2. Batasan prosedur ( lokasi, peralatan, personel, dan waktu) 
  3. Bahan referensi (buku, informasi, dan hal lain yang perlu dikonsultasikan) 
  4. Dokumentasi 
  5. Kebijakan umum yang diterapkan
  • Batasan Masalah

Walaupun mayoritas DRP hanya membahas aktivitas yang berkaitan dengan data processing, rencana keseluruhan akan meliputi operasi di luar data processing. Rencana harus mempunyai jangkauan yang luas agar bisa menangani berbagai skenario bencana yang mempengaruhi kegiata organisasi.
Worst case scenario sebaiknya menjadi dasar pengembangan rencana. Oleh karena itu, keadaan yang tidak terlalu genting dapat diatasi dengan mudah.
  • Planning Assumption

Setiap DRP mempunyai asumsi dasar yang membatasi lingkup perencanaan. Asumsi yang dibuat sering diidentifikasikan dengan menanyakan hal-hal berikut:
  1. Apa saja alat yang rusak? 
  2. Berapa lama kerusakan terjadi? 
  3. Apa saja yang terproteksi dari bencana? 
  4. Sumber daya apa saja yang tersedia saat bencana?
  • Tim Penyusun

Tim penyusun DRP tidak boleh sama dengan struktur organisasi yang telah ada. Dalam tim tersebut harus ada manajer yang memimpin dan mengarahkan dalam penyusunan DRP.
Beberapa contoh pembagian tim:
  1. Managemen Team 
  2. Business recovery team 
  3. Computer recovery team 
  4. Damage assesment team 
  5. Security team 
  6. Administrative supprot team 
  7. Logistics support team 
  8. Communications team 
  9. Human relation team 
  10. Customer relation team

Kesimpulan
DRC diperlukan oleh perusahaan untuk mengatasi dampak dari bencana yang mungkin terjadi. Untuk itu diperlukan suatu proses perencanaan yang matang agar implementasi DRC berjalan efektif dan efisien. Rencana yang disusun tidak hanya mencakup aktivitas data processing, tetapi meliputi semua aspek di luar operasi data processing. Rencana tersebut harus meliputi prosedur yang telah diuji untuk meyakinkan keberhasilan proses recovery saat bencana benar-benar terjadi. Rencana yang sudah tersusun didokumentasikan dalam bentuk tulisan. 

Sumber : Internet
  - Andreas W. Yanuardi & Arief Hamdani Gunawan, penulis bekerja sebagai engineer pada Lab. Solusi TI di R&D Center 

OpenWRT


3G Router TP-LINK MR-3420 dan MR-3220 merupakan router dengan harga terjangkau tetapi memiliki fitur dan kelengkapan yang luar biasa/raksasa. Hampir semua kebutuhan umum akan internet berbagi tersedia dalam router ini dengan interface yang sangat mudah dikendalikan bahkan oleh pemula sekalipun.Dalam perkembanganya pengguna juga memiliki kendala dalam penggunaan router ini, misa: panas, lama deteksi modem, modem tidak dikenali, dan sebagainya. Jika kita melakukan kontak dengan representative TP-LINK memang mendapat respon yang cepat namun adakalanya solusi juga tidak dapat secepat yang kita inginkan dan ini memang wajar karena dalam pengembangan perangkat keras diperlukan kajian dan ujicoba yang mendalam.
Nah, bicara perangkat embedded yang terjangkau dan oprek-able, alternatif berikut bisa dicoba: TP-Link MR-3220. Perangkat ini hanya berharga Rp 245 ribu, berisi prosesor Atheros 400MHz, RAM 32MB, NVRAM 4MB, Wifi, dan LAN.  Satu hal yang menarik di situ: USB port. Dengan adanya port ini, kita bisa mengakses banyak perangkat tambahan. Asalkan dayanya tidak terlalu membebani atau memakai catu daya sendiri. Apalagi sudah tersedia distribusi Linux versi OpenWrt yang siap pakai.
Di era sekarang, Internet adalah harga mati. Apa yang perlu ada di perangkat tersebut? Sudah tentu, modem GSM/CDMA. Demi menunjang tambahan aplikasi, kapasitas penyimpan juga harus ditambah. Dua perangkat ini juga murah, GSM modem ZTE MF 633 (dan slot MicroSD) Rp 190rb dan MicroSD Sandisk 4GB Rp 62rb. Dengan hanya sekitar Rp 500rb, kita sudah mendapatkan server Linux yang hemat energi dan hemat tempat pula.
OpenWrt sudah menggunakan filesystem yang overlay. Sehingga kapasitas NVRAM yang 4MB hanya sekedar menaruh kernel Linux dan modul/aplikasi pendukung, selanjutnya di-extroot sesuai kapasitas penyimpan tambahan. Tambahan MicroSD 4GB di atas, sangat memadai untuk meng-install banyak aplikasi. Apalagi OpenWrt juga mempunyai manajemen aplikasi dalam bentuk package, yang dilakukan dengan program opkg (seperti rpm di Redhat dkk).
So,tinggal lirik perangkat USB apalagi yang ingin ditanam di server Linux tersebut? Webcam, harddisk external, TV tuner, bluetooth, dst. Asalkan, ada tambahan adapter 5 volt sendiri bilamana tidak kuat diambil dari port USB.
Keunggulan menggunakan OpenWRT
ñ  Deteksi modem lebih bnyak dan juga koneksi dengan internet lebih cepat bahkan mungkin tidak lebih dari 10 detik.
ñ  NAT Storage (File Server)
ñ  Bisa sebagai SMS gateway menggunkan gnokii (web interface)
ñ  Sebagai Torrent client (WebGUI interface) dan juga download manager with Mwget
ñ  Sebagai cached Proxy server witt squid fail over, dengan ditambahkan Squid proxy server
ñ  NAT Storage,
ñ  QOS, MultiWAN
ñ  IP Cam,
ñ  WebServer, FTP Client/Server,
ñ  automatic switch to backup WAN line
ñ  Music player server with MPD dapat di remote melalui android device/Nokia Phone
ñ  Streaming 24 jam internet radio di seluruh dunia
Fiturnya sebagai berikut

All in WEB GUI manageable with LUCI  interface

Tampilan Login:

Menu Utama (Status)


System Administrator






Pengaturan WiFi
Network>WiFi>WAN

Pengaturan Modem
Network>Interface


           

Pengaturan  firewall


Real Time Network Monitoring










Download Torrent dengan Web interface




SMS Gateway dan  3G Signal status



Music Server With MPD Controlled android device Client + Internet radio Streaming















Gambar Perangkat

Senin, 02 Januari 2012

KUMPULAN STATUS FACEBOOK YANG GOKIL DAN KONYOL

Saat ini jejaring Sosial Facebook sangat di minati hampir semua Masyarakat Indonesia dan belahan Dunia, mereka suka bikin status yang bikin orang Ngakak karaena statusnya yang Konyol dan Gokil...Nah sekarang Aku mau Kumpulin Status-status Facebook yang bikin Ngakak Orang dari teman-teman Facebookku..maklum jumlah temen Facebookku udah lumayan buwanyak wkwkwk..saatnya menghilangkan Kejenuhan "TERTAWALAH SEPUASNYA,SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG" 35 Kumpulan Emoticon YM

  • Barusan Gua beli Kalender 2012 (maklum belum dapet gratisan dari kantor)..krna penasaran Gw liatin tu kalender Cuma Ada Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu & Minggu serta tanggalnya ada yg di merahin dan di hitamin....Tapi Gax ada tuh hari KIAMAT..setuju gax bro???Minta di cute ( • )( • ) ԅ(°͡o°")͡ƪ
    ( • )( ) •ԅ(°͡o°")͡ƪ. uppss maap copot..
    • Aku Seorang Kapiten...,Mempunyai Pedang Panjang
      Kalau Berjalan Mengangkang.....,Karena Pedang Kepanjangan
      • Sakit kaki ditikam jeruju
        Jeruju ada didalam paya
        Sakit hati memandang susu
        Susu ada dalam kebaya
        • Jalan-jalan ke rawa-rawa
          Jika capai duduk di pohon palm
          Geli hati menahan tawa
          Melihat katak memakai helm
          • Pada suatu hari ada 3 vampir mampir di warung .
            Mereka pesan mnuman!
            Vampir1: masbro... Saya pesan Darah segar ya..
            Vampir2: masbro... Saya darah bayi ya..
            Vampir3: saya cukup air putih saja..
            Ketika pesanan mereka tiba,vampir1&2 pun tertawa krna mlihat vampir3 mmesan air putih saja....
            Dengan sigap,vampir3 pun mengeluarkan sebuah bungkusan plastik yang berisi "softex" sambil berkata..."TEH CELUP BRO....
        • Cuplikan berita radio COLOMBIA:De Polizia Colombia: Dekomandante bendaharano demokrato…: seniore Alpacino Nazarudino..deburono ino Cartagena plesiranno de la Bogota..
          Indonesiano governamento requesato deportasione..
          Seniore detarlambato uno mudiko de la lebarano.
          Bivore visito dela Colombia, nazarudino demampiro dela singapore, vietnamo, thailano, un finito dela Cartagena…
          Govername Indonesiano sabaro2!!!!
          • Lagu SYAHRINI terbaru
            ” Aku tak puasa ”
            Reff :
            ∂ķΰ tak puasa ….
            bila kau ada ϑɪ̣̝̇ sisiku
            ∂ķΰ tak puasa bila kau tidur ϑɪ̣̝̇ sisiku
            Ooh ∂ķΰ tak puasa…
            • Doa Menjelang Hari Raya

              # Edisi Ngotot : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada tolong di cek lagi…Mungkin salah baca kok rekening saya ga diisi
              # Edisi Bang Haji Rhoma Irama : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada… TER…LA…LU
              # Edisi Penipu : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada, tolong isi pulsa mama….mama lagi dikantor polisi
              #Edisi SBY : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada,saya hanya bisa prihatin
              # Edisi Bondan ft Fade2Black : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada, ya sudahlah….
              # Edisi OVJ : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada, langsung saja ke TE…KA…PE..!!
              # Edisi Bang Napi : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada, wahai direksi : waspadalah….waspadalah
              # Edisi Sule : Ya Tuhan, klo ada THR segerakanlah, kalau tak ada, ooo…tidak bissaaaa
              # Edisi Pak Tarno : Ya Tuhan, kalau ada THR segerakanlah, kalau tdk ada, tolong dibantu ya …! Bimsalabim jadi apa … Prok … Prok … Prok
             
          • Cerita Indomie 1
            Dulu aku sering di bangunin sahur sama papa di temenin sama Indomie.. makanku jadi lahap...Tapi...... semenjak kompor kami meledak dan rumah kami terbakar kami jadi gembel.....semua terjadiakibat Indomie.... ! :'
            ini Deritaku, apa Deritamuu... ?? dikirim Oleh :Fadil Csx
          • Seorang anak kecil berusia 7 tahun bertanya kepada gurunya. Kenapa harus ada neraka? Lalu guru itu menjawab: kalo gak ada neraka, mau dibawa kemana orang yang baca Status ini.
          • Eh Doain gua ya. Tadi gua baru chek up ke dokter, terus hasilnya gua kena penyakit BEAUTIFULIST Semacem penyakit yang bikin gua MAKIN CANTIK gitu deh. Tenang aja.Gak nular kok,Cuma gak bisa sembuh aja
     

    •  Walaupun Genderuwo malah jadi bencong , Sundel gak lagi Bolong, Gigi pocong makin kinclong, dan tuyul jadi Gondrong . Tapi mau ngucapin met malam boleh donk!!!.
     
  •  yank kok gak pernah kirim status? marah ya yank...
    yank..udah bosen ya yank...
    kok diem..
    kamu kenapa yank..
    yank lupa ya...
    ini aku yank...
    cucu eyank...
    105 Kumpulan Emoticon YM
  • sial banget aku hari ini, udah kena copet, sakit mencret, jalan kepeleset, kaki lecet, muka dijepret sama karet, eh sekarang status malah di baca sama ??????..!!!! kampret!!!!!!!! 
 

  •  Kita adalah teman sejati
    Kamu senang aku senang
    Kamu sedih aku ikut sedih
    Kamu ketawa aku ketawa
    Kamu menangis aku pun menangis
    Kamu Kecebur di got aku ketawa sampe nangis-nangis…

MARI BELAJAR SITAK ROUTER



·         CEK DAN BELAJAR SINTAK ROUTER

MT-SRG-R01#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
MT-SRG-R01(config)#router rip
MT-SRG-R01(config-router)#no network 167.103.0.0
MT-SRG-R01(config-router)#ex
MT-SRG-R01(config)#exit
MT-SRG-R01#wr
Building configuration...
[OK]
MT-SRG-R01#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
MT-SRG-R01(config)#router rip
MT-SRG-R01(config-router)#network 167.103.0.0
MT-SRG-R01(config-router)#exit
MT-SRG-R01(config)#exit
MT-SRG-R01#reload

System configuration has been modified. Save? [yes/no]: y


·         RIP NO RIP

MT-MES-R01#config t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-MES-R01(config)no router rip
exit
wr

lalu config t kembali
MT-MES-R01(config)pastekan RIPnya.
exit
wr.


·         MENAMPIKAN RIP V2 PADA ROUTER
MT-TGK-R01#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-TGK-R01(config)#do sh run | sec router rip
router rip
 version 2
 redistribute connected
 redistribute static
 offset-list 2 in 2 FastEthernet0/2/0
 network 10.0.0.0
 network 167.103.0.0
 network 172.17.0.0
 default-metric 100
 no auto-summary


·         SH NO SHUT  INTERFACE 

MT-TGK-R01#sh ip int br
Interface                  IP-Address      OK? Method Status                Protocol
FastEthernet0/0            167.103.70.254  YES NVRAM  up                    up     
FastEthernet0/1            172.17.133.98   YES manual up                    up     
Serial0/0/0                unassigned      YES NVRAM  down                  down   
Serial0/0/1                172.17.133.90   YES manual up                    up     


MT-TGK-R01#config t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-TGK-R01(config)#interface Serial0/0/1
MT-TGK-R01(config-if)#shut
MT-TGK-R01(config-if)#exit
MT-TGK-R01(config)#exit
MT-TGK-R01(config)#wr
=================================
MT-TGK-R01#config t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-TGK-R01(config)#interface Serial0/0/1
MT-TGK-R01(config-if)#no shut
MT-TGK-R01(config-if)#exit
MT-TGK-R01(config)#exit

·         KONFIG ROUTER SH NO SHUT
conf t
int s0/0/0
shut

conf t
int s0/0/0
no shut

MT-DPS-R01# sh ip int brief

atau

-config t
-trus masuk interfacenya
-langsung shutdown
-dan no shutdown u/aktivkan


·         MENAMBAHKAN KONFIGURASI OFFSITE LIST DI RIP V 2 AGAR TRAFIK LARI KE LINK UTAMA
MT-TGK-R01#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-TGK-R01(config)#do sh run | sec router rip
router rip
 version 2
 redistribute connected
 redistribute static
 network 10.0.0.0
 network 20.0.0.0
 network 167.103.0.0
 network 172.17.0.0
 default-metric 100
 no auto-summary

MT-TGK-R01(config)#do sh ip int brie
Interface                  IP-Address      OK? Method Status                Protocol
FastEthernet0/0            167.103.70.254  YES NVRAM  up                    up     
FastEthernet0/1            172.17.133.98   YES NVRAM  up                    up     
FastEthernet0/2/0          172.17.133.90   YES NVRAM  up                    up     
MT-TGK-R01#config t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-TGK-R01(config)#router rip
MT-TGK-R01(config-router)#offset-list 2 in 2 fastEthernet 0/2/0
MT-TGK-R01(config-router)#end
MT-TGK-R01#traceroute 167.103.48.1
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 167.103.48.1
  1 172.17.133.89 12 msec
    172.17.133.97 8 msec
    172.17.133.89 12 msec
  2 172.17.133.66 20 msec 20 msec 16 msec
  3 167.103.48.1 20 msec 32 msec 32 msec

·         MENGHILANGKAN KONFIGURASI OFFSITE LIST DI RIP V 2
MT-TGK-R01#sh run | sec router rip
router rip
 version 2
 redistribute connected
 redistribute static
 offset-list 2 in 2 FastEthernet0/2/0
 network 10.0.0.0
 network 20.0.0.0
 network 167.103.0.0
 network 172.17.0.0
 default-metric 100
 no auto-summary
MT-TGK-R01#config t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-TGK-R01(config)#router rip
MT-TGK-R01(config-router)#no offset-list 2 in 2 FastEthernet0/2/0
MT-TGK-R01(config-router)#^Z
MT-TGK-R01#tra
MT-TGK-R01#traceroute 167.103.48.1

Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 167.103.48.1
  1 172.17.133.89 8 msec
    172.17.133.97 8 msec
    172.17.133.89 8 msec
  2 172.17.133.66 16 msec 20 msec 20 msec
  3 167.103.48.1 20 msec 16 msec 20 msec

·         CARA MEMASUKAN IP
MT-BDO-R01#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
MT-BDO-R01(config)#int
MT-BDO-R01(config)#interface fa
MT-BDO-R01(config)#interface fastEthernet 0/0/0
MT-BDO-R01(config-if)#des
MT-BDO-R01(config-if)#description ### BACK-UP LINK ###
MT-BDO-R01(config-if)#ip add
MT-BDO-R01(config-if)#ip address 10.128.99.234 255.255.255.252
MT-BDO-R01(config-if)#exit
MT-BDO-R01(config)#interface fastEthernet 0/0/0           
MT-BDO-R01(config-if)#no shut
MT-BDO-R01(config-if)#exit
MT-BDO-R01(config)#exit
MT-BDO-R01#sh ip int br
MT-BDO-R01#sh ip int br
FastEthernet0/1            167.103.69.254  YES NVRAM  up                    up     
FastEthernet0/0/0          10.128.99.234   YES manual up                    up      
MT-BDO-R01#ping 10.128.99.233

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.128.99.233, timeout is 2 seconds:
.!!!!
Success rate is 80 percent (4/5), round-trip min/avg/max = 4/4/4 ms
MT-BDO-R01#ping 10.128.99.233

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.128.99.233, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/4/4 ms





SINTAK MIKROTIK

·         MEMASUKAN IP STATIK

[Wonosobo] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 A S  0.0.0.0/0                          172.17.133.189     1      
 1 ADC  10.206.101.144/28  10.206.101.158  eth2-LAN-ustomerC      0      
 2 ADC  172.17.133.188/30  172.17.133.190  eth1-WAN-Provider    0      
[Wonosobo] > ip route add gateway=172.17.133.189(IP PE Customer) dst-address=0.0.0.0/0
 
[Wonosobo] > ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 #   ADDRESS            NETWORK         BROADCAST       INTERFACE                                                                
 0   172.17.133.190/30  172.17.133.188  172.17.133.191  eth1-WAN-Customer                                                        
 1   10.206.101.158/28  10.206.101.144  10.206.101.159  eth2-LAN-Customer  

·         MEREMOVE IP DI MIKROTIK

[Wonosobo] > ip route remove numbers=0
[Wonosobo] > ip route print          
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  10.206.101.144/28  10.206.101.158  eth2-LAN-Customer       0      
 1 ADC  172.17.133.188/30  172.17.133.190  eth1-WAN-Provider

--------------
·         ADD IP DI MIKROTIK

[MUARAENIM] > routing rip neighbor print
Flags: X - disabled
 #   ADDRESS       
 0   172.17.133.241
[MUARAENIM] > routing rip neighbor remove numbers=0
[MUARAENIM] > routing rip neighbor print          
Flags: X - disabled
 #   ADDRESS       
[MUARAENIM] > routing rip neighbor add address=10.128.99.241
[MUARAENIM] > routing rip neighbor print                   
Flags: X - disabled
 #   ADDRESS       
 0   10.128.99.241